Rabu, 03 Mei 2023

Setiap Lansia Perlu Menjalani Rehabilitasi Medik secara berkala

 





Seiring bertambahnya usia, setiap orang akan menghadapi perubahan 

kondisi fisik dan emosional yang berdampak terhadap kehidupannya. 

Penurunan fungsi tubuh, penyakit yang tidak kunjung sembuh, hingga 

gangguan mental akibat perubahan yang begitu cepat hanyalah segelintir 

contohnya. 


Di sinilah peran rehabilitasi medik bagi lansia dibutuhkan.

Rehabilitasi medik bermanfaat agar lansia mampu hidup mandiri tanpa 

harus selalu bergantung pada orang lain. Dengan cara ini, para lansia 

dapat menikmati masa senjanya dengan kehidupan yang berkualitas.

Jika manfaatnya sedemikian besar, lantas apakah orang lanjut usia 

yang tidak sakit juga perlu menjalani rehabilitasi medik?

Tujuan rehabilitasi medik untuk lansia

Tujuan rehabilitasi medik bukanlah untuk menyembuhkan, melainkan 

untuk memulihkan peran pasien sebagai manusia yang utuh dengan 

cara mengatasi gangguan kesehatan yang ia alami. 

Dengan begitu, ia dapat kembali menjalani hidupnya secara normal.

Prinsip yang sama berlaku pada rehabilitasi medik untuk lansia. 

Lansia amat rentan mengalami gangguan kesehatan, sebut saja masalah 

pendengaran, kurang gizi, hingga depresi. Lansia juga rentan cedera 

karena mereka mudah lupa dan terjatuh.

Rehabilitasi medik bertujuan untuk menangani masalah tersebut. 

Sebagai contoh, jika pasien lansia mengalami gangguan 

keseimbangan dan cara berjalan, tujuan rehabilitasi adalah melatih 

koordinasi tubuh pasien sehingga ia bisa berjalan atau berpindah 

posisi dengan risiko jatuh yang lebih kecil.

Sementara pada lansia yang memiliki gangguan pendengaran, tujuan 

rehabilitasinya tentu berbeda. Rehabilitasi bertujuan untuk memulihkan 

atau setidaknya mencegah gangguan pendengaran bertambah parah agar 

pasien bisa beraktivitas dengan aman dan nyaman.


Apa yang dilakukan lansia di fasilitas rehabilitasi medik?

Fasilitas rehabilitasi menyediakan layanan perawatan dan/atau 
pemulihan bagi lansia yang sakit, mengalami cedera, ataupun memiliki 
kecacatan. Pasien fasilitas rehabilitasi biasanya merupakan lansia yang 
mendapatkan rujukan dari rumah sakit.
Ada beragam petugas yang menangani pasien lansia di pusat 
rehabilitasi, antara lain perawat, terapis fisik, ahli pendengaran, 
serta tenaga medis lainnya sesuai kebutuhan. Mereka dipimpin oleh 
seorang dokter yang berkedudukan sebagai direktur medis.
Pasien di pusat rehabilitasi menjalani perawatan sesuai riwayat medisnya. 
Beberapa kondisi mungkin membutuhkan penanganan medis seperti 
pemberian antibiotik, suntik, dan lain-lain. Perawatan bisa bersifat jangka 
pendek atau jangka panjang, tergantung kondisi pasien.
Meski bervariasi, seluruh rangkaian rehabilitasi medik pada lansia tentunya 
tidak dapat dilakukan secara cepat. Proses ini membutuhkan waktu, 
dan umumnya dilaksanakan dalam tiga langkah sebagai berikut:
  1. Menangani gangguan kesehatan utama (misalnya masalah 
        pendengaran atau demensia) dan menjaga kondisi pasien tetap stabil.
    2. Mencegah komplikasi lanjut seperti kurang gizi, depresi, penurunan 
        kemampuan berpikir, dan sebagainya.
    3. Mengembalikan fungsi dan kemampuan yang sempat hilang akibat 
        keterbatasan fisik.
Selama rehabilitasi medik berjalan, terapis pun bertanggung jawab 
melakukan sejumlah upaya pencegahan. Upaya pencegahan yang 
dimaksud adalah sebagai berikut:

1. Pencegahan primer

Terapis bertanggung jawab melakukan pencegahan primer, 

yakni menjaga lansia sehat agar tidak sakit ataupun mengalami 

impairment. Impairment adalah penurunan struktur atau fungsi tubuh 

yang membuat pasien kesulitan menjalani kegiatan sehari-hari.

2. Pencegahan sekunder

Pada pencegahan sekunder, lansia yang sakit atau sudah mengalami impairment 
perlu menjalani perawatan agar tidak mengalami disabilitas. Jika pasien 
mengalami disabilitas, ia akan kesulitan melakukan kegiatan yang seharusnya 
mudah bagi lansia sekalipun.

3. Pencegahan tersier

Apabila pasien sudah sakit, mengalami impairment, apalagi memiliki 
disabilitas, terapis perlu melakukan upaya pencegahan tersier. Upaya ini 
bertujuan supaya lansia yang mengalami disabilitas tidak sampai 
menderita kecacatan.

Apakah setiap lansia perlu menjalani rehabilitasi medik?

Rehabilitasi secara umum ditujukan pada orang-orang yang pernah mengalami 
cedera atau sakit sehingga fungsi tubuhnya terganggu. Akan tetapi, bagi mereka 
yang berusia lanjut, rehabilitasi medik memiliki manfaat yang lebih besar lagi.
Rehabilitasi medik tidak hanya ditujukan bagi lansia yang sakit, tapi juga lansia 
sehat yang perlu memantau kesehatannya. Cepat atau lambat, mereka akan 
membutuhkan rehabilitasi untuk mengurangi risiko impairment, disabilitas, 
dan kecacatan.
Pemeriksaan selama rehabilitasi juga berguna untuk mendeteksi masalah 
kesehatan, penyakit, serta penurunan fungsi fisik maupun psikologis. Pastikan lansia 
yang tinggal bersama Anda memperoleh akses rehabilitasi medik agar mereka 
dapat menikmati masa senja yang lebih berkualitas.

Share:

0 Comments:

Posting Komentar

Profil

ksn

kasianiaku.blogspot.com

Testimoni

Video

Tik Tok

Labels