Seiring bertambahnya usia, setiap orang akan menghadapi perubahan
kondisi fisik dan emosional yang berdampak terhadap kehidupannya.
Penurunan fungsi tubuh, penyakit yang tidak kunjung sembuh, hingga
gangguan mental akibat perubahan yang begitu cepat hanyalah segelintir
contohnya.
Di sinilah peran rehabilitasi medik bagi lansia dibutuhkan.
Rehabilitasi medik bermanfaat agar lansia mampu hidup mandiri tanpa
harus selalu bergantung pada orang lain. Dengan cara ini, para lansia
dapat menikmati masa senjanya dengan kehidupan yang berkualitas.
Jika manfaatnya sedemikian besar, lantas apakah orang lanjut usia
yang tidak sakit juga perlu menjalani rehabilitasi medik?
Tujuan rehabilitasi medik untuk lansia
Tujuan rehabilitasi medik bukanlah untuk menyembuhkan, melainkan
untuk memulihkan peran pasien sebagai manusia yang utuh dengan
cara mengatasi gangguan kesehatan yang ia alami.
Dengan begitu, ia dapat kembali menjalani hidupnya secara normal.
Prinsip yang sama berlaku pada rehabilitasi medik untuk lansia.
Lansia amat rentan mengalami gangguan kesehatan, sebut saja masalah
pendengaran, kurang gizi, hingga depresi. Lansia juga rentan cedera
karena mereka mudah lupa dan terjatuh.
Rehabilitasi medik bertujuan untuk menangani masalah tersebut.
Sebagai contoh, jika pasien lansia mengalami gangguan
keseimbangan dan cara berjalan, tujuan rehabilitasi adalah melatih
koordinasi tubuh pasien sehingga ia bisa berjalan atau berpindah
posisi dengan risiko jatuh yang lebih kecil.
Sementara pada lansia yang memiliki gangguan pendengaran, tujuan
rehabilitasinya tentu berbeda. Rehabilitasi bertujuan untuk memulihkan
atau setidaknya mencegah gangguan pendengaran bertambah parah agar
pasien bisa beraktivitas dengan aman dan nyaman.
Apa yang dilakukan lansia di fasilitas rehabilitasi medik?
pemulihan bagi lansia yang sakit, mengalami cedera, ataupun memiliki
kecacatan. Pasien fasilitas rehabilitasi biasanya merupakan lansia yang
mendapatkan rujukan dari rumah sakit.
rehabilitasi, antara lain perawat, terapis fisik, ahli pendengaran,
serta tenaga medis lainnya sesuai kebutuhan. Mereka dipimpin oleh
seorang dokter yang berkedudukan sebagai direktur medis.
Pasien di pusat rehabilitasi menjalani perawatan sesuai riwayat medisnya.
Beberapa kondisi mungkin membutuhkan penanganan medis seperti
pemberian antibiotik, suntik, dan lain-lain. Perawatan bisa bersifat jangka
pendek atau jangka panjang, tergantung kondisi pasien.
Meski bervariasi, seluruh rangkaian rehabilitasi medik pada lansia tentunya
tidak dapat dilakukan secara cepat. Proses ini membutuhkan waktu,
dan umumnya dilaksanakan dalam tiga langkah sebagai berikut:
- Menangani gangguan kesehatan utama (misalnya masalah
3. Mengembalikan fungsi dan kemampuan yang sempat hilang akibat
keterbatasan fisik.
melakukan sejumlah upaya pencegahan. Upaya pencegahan yang
dimaksud adalah sebagai berikut:
1. Pencegahan primer
Terapis bertanggung jawab melakukan pencegahan primer,
yakni menjaga lansia sehat agar tidak sakit ataupun mengalami
impairment. Impairment adalah penurunan struktur atau fungsi tubuh
yang membuat pasien kesulitan menjalani kegiatan sehari-hari.
2. Pencegahan sekunder
perlu menjalani perawatan agar tidak mengalami disabilitas. Jika pasien
mengalami disabilitas, ia akan kesulitan melakukan kegiatan yang seharusnya
mudah bagi lansia sekalipun.
3. Pencegahan tersier
disabilitas, terapis perlu melakukan upaya pencegahan tersier. Upaya ini
bertujuan supaya lansia yang mengalami disabilitas tidak sampai
menderita kecacatan.
Apakah setiap lansia perlu menjalani rehabilitasi medik?
Rehabilitasi secara umum ditujukan pada orang-orang yang pernah mengalami
cedera atau sakit sehingga fungsi tubuhnya terganggu. Akan tetapi, bagi mereka
yang berusia lanjut, rehabilitasi medik memiliki manfaat yang lebih besar lagi.
Rehabilitasi medik tidak hanya ditujukan bagi lansia yang sakit, tapi juga lansia
sehat yang perlu memantau kesehatannya. Cepat atau lambat, mereka akan
membutuhkan rehabilitasi untuk mengurangi risiko impairment, disabilitas,
dan kecacatan.
Pemeriksaan selama rehabilitasi juga berguna untuk mendeteksi masalah
kesehatan, penyakit, serta penurunan fungsi fisik maupun psikologis. Pastikan lansia
yang tinggal bersama Anda memperoleh akses rehabilitasi medik agar mereka
dapat menikmati masa senja yang lebih berkualitas.










0 Comments:
Posting Komentar