Selasa, 06 Juni 2023

Mana Yang Lebih baik Makan 2 Atau 3 kali Sehari?

 



Orang Indonesia mempunyai kebiasaan umumnya makan 3 kali sehari. Makan dengan pola tersebut diyakini bisa mencegah gangguan lambung atau pencernaan lainnya. Namun, apakah pola makan tersebut adalah yang paling baik untuk kesehatan?

Menurut ahli diet Jansen Ongko, pola makan tiga kali sehari sebetulnya bukan satu-satunya cara menciptakan hidup sehat. Frekuensi makan bisa kurang atau lebih dari 3 kali sehari asal mencukupi kebutuhan nutrisi setiap hari.

Kecukupan gizi inilah yang menjaga tubuh dan fungsi pencernaan tetap sehat.
Mau makan 2 atau 3 kali sehari sebetulnya bisa tetap sehat asal bisa mencukupi kebutuhan harian. Karena itu kita perlu lihat lagi porsi, komposisi, dan keseimbangan asupan saat makan. Makan 3 kali sehari sebetulnya kebiasaan saja, bukan pola makan yang baku.

Makanan Sehat dan Bergizi

Makan 2 kali sehari tidak ada masalah asal memenuhi kriteria standar makan sehat atau bergizi.

Kriteria makanan sehat dan bergizi yaitu makanan yang memiliki nilai gizi seimbang dan mengandung nilai gizi esensial tubuh seperti vitamin, mineral, karbohidrat, protein, lemak,kalsium, serat dan air. 

Sementara berdasarkan National Health Service di Inggris, laki-laki disarankan mengonsumsi 2500 kalori dan wanita 2000 kalori.


Share:

Minggu, 04 Juni 2023

Diabetes atau penyakit kencing manis tidak menular

 



Diabetes melitus dan kencing manis bukan merupakan penyakit menular dan tentu bukan penyakit kanker atau keganasan. Namun diabetes dapat menimbulkan komplikasi yang beragam, hal itu disebabkan efek gula darah yang tinggi dalam darah dapat merusak sel-sel pada dinding pembuluh darah.

Akibat dari kerusakan pembuluh darah itu dapat menyebabkan gangguan fungsi/kerja dari jantung, ginjal, otak, liver, lambung, dan juga dapat beresiko menimbulkan luka yang sulit sembuh/memborok.

Diabetes adalah penyakit kronis yang dapat mengenai siapa saja. Setiap pasien diabetes yang sering tidak terkontrol gula darahnya beresiko dua kali lipat mengalami komplikasi baik pada pembuluh darahnya, jantung dan ginjal. Bahkan dapat beresiko terkena stroke.

Bagaimana agar terhindar dari komplikasi yang berat?

Kontrol secara rutin, agar dapat terdeteksi lebih dini, misalkan ditemukan tanda komplikasinya

Minum obat/insulin secara teratur sesuai anjuran dokter

Menjaga gaya hidup sehat, mulai dari pola makan yang dijaga, olahraga teratur dan sesuai kemampuan, manajemen stress/emosi, istirahat yang cukup

Mengecek gula darah secara mandiri (bila dimungkinkan) secara berkala mengikuti anjuran dokter, agar terhindar dari komplikasi hipoglikemia (gula darah turun drastis) atau komplikasi krisis hiperglikemia (saat gula darah terlalu tinggi)


Share:

Profil

ksn

kasianiaku.blogspot.com

Testimoni

Video

Tik Tok

Labels